Konflik antarsuku antara Lanny Jaya dan Kurima Wouma Jayawijaya di Wamena menunjukkan pola eskalasi massa yang besar dan berpotensi meluas. Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere mengidentifikasi kebutuhan utama adalah penambahan personel kepolisian untuk membantu pengamanan dan mediasi perdamaian. Hal ini mengindikasikan bahwa kapasitas aparat lokal tidak cukup untuk mencegah dan mengendalikan konflik yang bersifat horizontal dan melibatkan banyak pihak. Dinamika konflik ini mengancam bukan hanya keselamatan fisik, tetapi juga aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat, menyebabkan lumpuhnya sendi-sendi kehidupan sehari-hari. Akar masalah sering berasal dari persaingan historis, klaim wilayah, atau perselisihan adat yang tidak terselesaikan melalui jalur dialog formal. Tanpa intervensi keamanan yang memadai dan mediasi yang terstruktur, konflik dapat berlarut-larut dan merusak fondasi sosial daerah. Opsi penyelesaian yang direkomendasikan meliputi penguatan kapasitas kepolisian daerah dengan penambahan personel khusus seperti Brimob, yang tidak hanya berfungsi sebagai penjaga keamanan tetapi juga sebagai fasilitator mediasi. Selain itu, perlu dibentuk forum dialog permanen yang melibatkan tokoh adat, pemerintah daerah, dan aparat keamanan untuk menyelesaikan penyebab konflik secara substantif. Strategi ini harus diintegrasikan dengan program rekonsiliasi berbasis komunitas untuk memulihkan hubungan sosial antar kelompok.