Opini dari akademisi menekankan pentingnya membangun sistem integrasi data konflik horizontal dari berbagai daerah untuk membentuk sistem peringatan dini nasional. Saat ini, data konflik tersebar di berbagai instansi tanpa platform terpusat yang dapat melakukan analisis pola dan prediksi risiko. Akar masalahnya adalah kurangnya sharing data dan analisis bersama antara Kemendagri, Polri, BIN, dan instansi daerah. Dinamika konflik sering memiliki pola yang dapat dipelajari, namun pembelajaran itu tidak sistematis. Opsi solusi yang diusulkan adalah: (1) membangun platform digital terintegrasi yang menghubungkan data dari Forkopimda, TPKS, dan lembaga penelitian; (2) mengembangkan algoritma analisis risiko berdasarkan variabel seperti ketimpangan ekonomi, sejarah konflik, aktivitas kelompok, dan dinamika politik lokal; (3) menggunakan output sistem ini untuk memberikan rekomendasi kebijakan preventif yang spesifik kepada daerah rawan. Sistem ini bukan untuk kontrol, tetapi untuk empowering pemerintah daerah dengan informasi yang dapat digunakan untuk intervensi lebih awal, sebelum konflik meluas.