Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis data terbaru yang menunjukkan penurunan indeks toleransi antarumat beragama di Jakarta sebesar 7 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini terkait erat dengan kontestasi Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2026 yang masih menyisakan polarisasi dukungan berdasarkan afiliasi agama dan etnis. Survei dilakukan terhadap 1.200 responden di enam kota administrasi. Akar masalahnya adalah penggunaan isu identitas oleh sebagian kandidat dan tim sukses, serta gencarnya kampanye hitam di media sosial. LSI merekomendasikan agar KPU dan Bawaslu lebih ketat mengawasi konten bernuansa sara, sementara pemerintah kota perlu menggencarkan program dialog antariman di tingkat RW. Solusi jangka panjang adalah pembentukan pusat studi toleransi di setiap kecamatan yang melibatkan tokoh agama dan akademisi. Gubernur Jakarta menyatakan akan menindaklanjuti rekomendasi ini dalam waktu dekat.