Proses rekonsiliasi di Aceh dianggap sebagai model sukses untuk penyelesaian konflik horizontal. Konflik yang sebelumnya melibatkan kelompok masyarakat berdasarkan garis politik dan agama kini telah mereda setelah adanya proses rekonsiliasi yang intensif. Proses ini melibatkan dialog antar kelompok, program pendidikan bersama, dan kegiatan ekonomi kolaboratif. Dinamika konflik di Aceh bersumber dari sejarah panjang perbedaan identitas yang diperparah oleh ketidaksetaraan ekonomi. Upaya rekonsiliasi berhasil karena adanya pendekatan yang holistik dan melibatkan semua pihak yang berkepentingan. Opsi penyelesaian yang dapat diterapkan di daerah lain adalah dengan mengadopsi model rekonsiliasi Aceh yang menggabungkan pendekatan sosial, ekonomi, dan pendidikan. Selain itu, penting untuk membangun mekanisme monitoring untuk memastikan bahwa rekonsiliasi berjalan secara berkelanjutan dan tidak terjadi konflik baru.