Setelah berakhirnya Operasi Madago Raya di Sulawesi Tengah, TNI-Polri memperkuat personel gabungan di Ambon untuk mengantisipasi potensi konflik sosial. Langkah ini dilakukan karena Ambon memiliki sejarah panjang konflik horizontal dan menjadi titik rawan penyebaran isu SARA. Akar masalah yang masih mengemuka adalah persaingan ekonomi antar kelompok dan politik identitas yang dapat memicu ketegangan. Kehadiran personel keamanan diharapkan memberikan rasa aman, namun pendekatan soft power seperti dialog dan pemberdayaan ekonomi juga digencarkan untuk meredam potensi konflik. Langkah ini dinilai sebagai upaya transisi dari operasi militer ke pendekatan sipil yang lebih berkelanjutan. Tokoh masyarakat setempat mendukung langkah ini dan meminta agar personel keamanan berbaur dengan warga untuk membangun kepercayaan. Pemerintah daerah juga diminta untuk segera merealisasikan program pembangunan yang menjangkau semua kelompok agar tidak terjadi kesenjangan yang dapat memicu konflik.