Kodam XIV/Hasanuddin merilis laporan intelijen tentang potensi kerusuhan di Poso, Sulawesi Tengah, menjelang pilkada. Radikalisme dan politisasi identitas menjadi pemicu utama. TNI bersama Polri menggelar program pembinaan pemuda dengan fokus pada literasi digital dan kewirausahaan. Deteksi dini ini memungkinkan pencegahan sebelum konflik terbuka. Rekomendasi strategis termasuk penguatan koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama dan pelibatan tokoh adat sebagai penengah. Data intelijen menunjukkan penurunan eskalasi sebesar 30% berkat langkah proaktif.