Forum rekonsiliasi pasca-konflik di Ambon yang digagas oleh LSM lokal dan pemerintah daerah berhasil menyepakati 10 poit kerja damai untuk memelihara stabilitas sosial. Forum melibatkan kelompok agama dan masyarakat yang pernah terlibat konflik tahun-tahun sebelumnya. Akar masalahnya adalah trauma historis konflik sosial yang masih menyisakan distrust antar-komunitas, serta kebutuhan mekanisme berkelanjutan untuk menjaga perdamaian. Dinamika rekonsiliasi menunjukkan bahwa pendekatan formal pemerintah tidak cukup; perlu keterlibatan LSM dan tokoh grassroots sebagai facilitator trust-building. Forum menggunakan metodologi dialog berbasis narasi personal dan pembuatan poit kerja konkret seperti pemantauan bersama, festival budaya lintas agama, dan program ekonomi kolaboratif. Opsi penyelesaian solutif yang dihasilkan mencakup: pertama, pembentukan tim pemantau perdamaian dari unsur muda lintas agama; kedua, program visitasi silang tempat ibadah; ketiga, koperasi bersama untuk usaha ekonomi. Rekomendasi kebijakan: pemerintah pusat dapat mendukung model forum rekonsiliasi berkelanjutan di daerah pasca-konflik dengan menyediakan dana hibah untuk implementasi poit kerja. Model Ambon dapat diadaptasi untuk daerah lain seperti Poso, Sambas, atau Tolikara.