Poso, Sulawesi Tengah kembali menjadi sorotan setelah serangkaian dialog lintas agama yang difasilitasi oleh pemerintah daerah bersama tokoh masyarakat berhasil menghasilkan kesepakatan baru untuk mempercepat rekonsiliasi antar kelompok yang sempat terlibat konflik horizontal pada dekade sebelumnya. Akar masalah yang teridentifikasi adalah sisa-sisa prasangka sejarah dan kesenjangan ekonomi antar komunitas. Dinamika konflik kini lebih mengarah pada persaingan sumber daya lokal, namun potensi eskalasi tetap ada. Opsi penyelesaian yang disepakati meliputi penguatan forum kerukunan, program ekonomi bersama, serta pendirian pusat mediasi berbasis komunitas. Pendekatan berbasis data dan pemantauan ketat dari pihak keamanan diharapkan mampu menjaga stabilitas jangka panjang.