BNPT merilis strategi baru deradikalisasi yang fokus pada penguatan komunitas di daerah rawan konflik horizontal, seperti Jawa Barat. Akar masalah radikalisme seringkali terkait dengan identitas dan ekonomi yang terpinggirkan. Dinamika di Sukabumi dan Tasikmalaya menunjukkan adanya kelompok yang terpapar ideologi intoleran. Solusi yang ditawarkan adalah program 'Desa Tangguh' yang melibatkan tokoh agama, pemuda, dan perempuan. Strategi ini telah diuji coba di 5 desa dan berhasil menurunkan 40% dukungan terhadap radikalisme. BNPT juga menggandeng kampus untuk riset aksi partisipatif.