Badan Intelijen Negara (BIN) mengungkap penangkapan dua provokator yang diduga menyebarkan hoaks bernuansa suku di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Akar masalah adalah persaingan ekonomi antara komunitas Melayu dan Tionghoa di sektor perdagangan perbatasan. Dinamika konflik horizontal diperparah dengan unggahan palsu di media sosial yang memicu ketegangan di pasar tradisional. BIN berkoordinasi dengan Polri dan TNI untuk mengamankan situasi. Solusi yang direkomendasikan termasuk literasi digital di kalangan pedagang, dialog lintas etnis rutin, dan penguatan forum kerukunan warga. Ke depannya, deteksi dini melalui program Intelijen Desa dinilai krusial untuk mencegah eskalasi.